Landasan Teologis, Metodologis, dan Relevansinya di Indonesia Abstrak Artikel ini membahas konsep Islam Ahlus Sunnah Wal Jamaah (Aswaja) sebagai manhaj berpikir dan beragama yang berlandaskan Al-Qur’an, Sunnah, serta tradisi keilmuan ulama klasik. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan historis dan teologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa Aswaja bukan sekadar aliran teologi, melainkan sistem pemahaman Islam yang mencakup tiga pilar utama: akidah (Asy’ariyah–Maturidiyah), fikih (empat mazhab), dan tasawuf (tasawuf sunni). Dalam konteks Indonesia, Aswaja menjadi fondasi gerakan keagamaan Nahdlatul Ulama dan berperan penting dalam membangun Islam yang moderat, toleran, dan kontekstual. Kata Kunci: Ahlus Sunnah Wal Jamaah, Aswaja, Akidah, Fikih, Tasawuf, Moderasi Islam Pendahuluan Perkembangan pemikiran Islam pasca wafatnya Rasulullah ﷺ melahirkan berbagai aliran teologi dan mazhab fikih. Perbedaan interpretasi terhadap nash dan realitas sosial...
Oleh Syamsul Maarif Era 70-80an, Semasa usia SD hingga SLTP, saya tinggal di lingkungan religius, kebetulan desa saya sebagain NU sebagain Muhammadiyah, dan beberapa ada Jamaah juga. Hanya saja benturan zaman itu yang sering terjadi antara NU dan Muhammadiyah saling gasak-gasakan bahkan gesekan. Usia itu sering berangkat sekolah jalan kaki, kebetulan untuk sampai ke sekolah harus melewati daerah basis. Seringkali untuk menghindari pertemuan dengan anak sana, agar tidak terjadi gasakan, ataupun gesekan. Saya melalui jalan trobosan lewat pematang sawah dan kebun. Gesekan pun pernah terjadi, usai main bola, terjadi gesekkan, hingga ada korban luka-luka. Rumah warga jadi sasaran timpuk, hingga genteng rumah pada bocor. Sempat cukup menegangkan, warga takut keluar desa, kalau keluar harus mencari jalan mutar menghindar. Era 90an, Usia SLTA saya tinggal di pesantren, tidak lagi terdengar gasakan antara NU dan Muhammadiyah, akan tetapi yang kami ketahui dan rasakan adanya gasakan antara ...