Skip to main content

Posts

Anomali Ekonomi Indonesia

Oleh: Syamsul Maarif Ekonomi Indonesia sedang memperlihatkan gejala yang menarik sekaligus mengkhawatirkan. Di satu sisi, berbagai indikator makroekonomi menunjukkan stabilitas. Pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, inflasi relatif terkendali, investasi terus didorong, dan pemerintah optimistis terhadap prospek ekonomi nasional. Namun di sisi lain, percakapan sehari-hari masyarakat justru dipenuhi keluhan tentang sulitnya mencari pekerjaan, menurunnya daya beli, meningkatnya biaya hidup, dan semakin beratnya memenuhi kebutuhan keluarga. Pertanyaannya sederhana: mengapa masyarakat merasa ekonomi sedang sulit ketika berbagai indikator resmi mengatakan sebaliknya? Jawabannya mungkin terletak pada sebuah fenomena yang dapat disebut sebagai anomali ekonomi: ketika kesehatan ekonomi nasional tidak lagi sepenuhnya tercermin dalam kesehatan ekonomi rumah tangga. Selama beberapa dekade, Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi ukuran utama keberhasilan pembangunan. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi, s...
Recent posts

Pustaka Sastra Online

Koleksi ebook yang bisa kita baca gratis. Yang minat silahkan klik link berikut https://drive.google.com/drive/folders/0BwzkbjCrLaOCN2VlMzc4OGItNTYzYS00ZGEwLTkxYjYtMDgzYzliYjczYTcw?resourcekey=0-VzI6-9C498OQxGD3eQXtrQ

Sejarah Berkembangnya Ajaran Ahlussunnah wal Jamaah di Indonesia

Pendahuluan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) merupakan paham keagamaan Islam yang berpegang pada Al-Qur’an, hadis, ijma’, dan qiyas dengan mengikuti manhaj para ulama salaf dan khalaf. Dalam konteks Indonesia, Aswaja berkembang menjadi corak Islam moderat yang menekankan keseimbangan antara akidah, syariat, dan akhlak. Paham ini tidak hanya menjadi ajaran keagamaan, tetapi juga membentuk budaya, pendidikan, hingga kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Perjalanan Aswaja di Indonesia berlangsung panjang, mulai dari masa masuknya Islam ke Nusantara, era penjajahan, masa perjuangan kemerdekaan, hingga menghadapi tantangan modernisasi dan globalisasi pada era sekarang. Masuknya Islam dan Awal Berkembangnya Aswaja di Nusantara Islam masuk ke Nusantara diperkirakan sejak abad ke-7 hingga abad ke-13 melalui jalur perdagangan. Para pedagang dari Arab, Persia, dan Gujarat membawa ajaran Islam yang kemudian diterima masyarakat secara damai. Corak Islam yang berkembang saat itu sangat dekat dengan...

Mencla-Mencle

Orang-orang tua dulu sebenarnya sudah lama mengenali watak manusia yang ucapannya berubah-ubah. Karena itu lahirlah ungkapan: “pagi dele, sore tempe.” Sebuah sindiran sederhana untuk orang yang hari ini berkata lain, besok berubah lagi. Dalam bahasa Jawa, perilaku seperti itu disebut mencla-mencle. Hari ini mendukung, besok menyangkal. Di depan memuji, di belakang ikut mencibir. Ketika bersama kelompok tertentu ia tampak paling yakin, tetapi begitu suasana berubah, pendapatnya ikut berbalik arah. Seolah-olah pikirannya tidak pernah benar-benar memiliki pijakan. Anehnya, perilaku seperti ini sekarang semakin sering terlihat. Bukan hanya dalam pergaulan biasa, tetapi juga dalam dunia kerja, organisasi, bahkan kehidupan bermasyarakat. Banyak orang lebih sibuk mencari posisi aman daripada menjaga konsistensi sikap. Yang penting diterima semua pihak, meskipun harus mengorbankan kejujuran ucapannya sendiri. Padahal orang mencla-mencle bukanlah orang yang berpikir matang. Justru sering kali s...

Bangkai Kepala Babi dan Tikus: Pendekatan Hermeneutik dalam Analisis Simbolisme.

Oleh Syamsul Maarif, M.Pd Pendekatan hermeneutik dalam memahami teror kepala babi dan enam tikus memungkinkan kita menggali makna tersembunyi di balik simbol-simbol yang digunakan dalam konteks intimidasi terhadap kebebasan pers. Hermeneutika, sebagai metode interpretatif, menekankan pada pemahaman makna yang tidak hanya bersifat literal, tetapi juga historis, sosial, budaya, dan politis. Dalam kasus ini, pengiriman kepala babi dan tikus ke kantor Tempo bukan hanya sekadar aksi vandalisme, tetapi juga mengandung pesan simbolik yang membutuhkan analisis mendalam terkait konteks budaya, sejarah, dan politik Indonesia. Hermeneutika Simbolisme Kepala Babi dan Tikus Dalam tradisi hermeneutik, makna suatu simbol tidak berdiri sendiri, melainkan berhubungan dengan konteks di mana simbol tersebut digunakan. Berikut adalah interpretasi makna dari simbol kepala babi dan enam tikus berdasarkan pendekatan hermeneutik: 1. Kepala Babi dalam Konteks Budaya, Sejarah, dan Politik • Dalam Budaya Indones...

Runtuhnya Marwah Hukum: Catatan Kritis atas Putusan Pengadilan terhadap Tom Lembong

Ketika hukum kehilangan keberpihakannya pada kebenaran dan keadilan, yang tersisa hanyalah serangkaian prosedur kosong. Putusan pengadilan terhadap Thomas Trikasih Lembong—tokoh publik dengan reputasi integritas yang kuat—menjadi sinyal peringatan bahwa krisis hukum di Indonesia bukan sekadar wacana, melainkan kenyataan yang semakin mencolok. Ini bukan hanya perkara satu orang. Ini adalah cerita runtuhnya marwah hukum di negeri hukum. Sosok yang Tak Asing bagi Reformasi Thomas Trikasih Lembong bukanlah figur sembarangan dalam ranah kebijakan publik Indonesia. Alumni Harvard dan mantan eksekutif di sektor keuangan internasional, Tom dikenal luas sebagai teknokrat bersih yang kerap berpikir di luar kotak. Ia menjabat sebagai Menteri Perdagangan (2015–2016), kemudian dipercaya sebagai Kepala BKPM, dua posisi strategis yang menuntut kecermatan, keberanian, dan integritas tinggi dalam pengambilan kebijakan. Selama masa jabatannya, Lembong dikenal getol mendorong iklim investasi yang lebih s...

Suara Netizen Indonesia: Kebebasan atau Manipulasi?

Di era digital, media sosial telah menjadi wadah utama bagi masyarakat Indonesia untuk menyuarakan pendapat. Dari politik hingga budaya pop, netizen Indonesia dikenal lantang dalam menyampaikan opini. Namun, seberapa murni suara mereka? Apakah benar-benar mencerminkan aspirasi masyarakat atau justru dipengaruhi oleh kepentingan tertentu? Netizen dan Kekuatan Opini Publik Media sosial seperti Twitter, Facebook, dan TikTok kini berperan besar dalam membentuk opini publik. Isu nasional yang mencuat, seperti kebijakan pemerintah atau skandal pejabat, dapat dengan cepat menjadi viral. Tagar dan komentar netizen sering kali memengaruhi kebijakan atau reaksi pejabat publik. Misalnya, saat kasus korupsi pejabat viral, tekanan dari netizen bisa memaksa pemerintah bertindak lebih cepat. Begitu juga dengan isu sosial seperti pelecehan seksual atau ketidakadilan hukum, suara netizen sering kali menjadi pemicu gerakan yang lebih besar. Fenomena Buzzer dan Opini Bayaran Namun, tidak semua opini di m...

Konsep Ahlussunnah Wal Jamaah ala Nahdlatul Ulama: Prinsip Tawassuth, Tawazun, Tasamuh, dan I’tidal

Oleh Syamsul Maarif, SS., M.Pd Abstrak Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) merupakan paham keagamaan yang menjadi landasan teologis dan metodologis bagi warga Nahdlatul Ulama. Dalam tradisi NU, Aswaja tidak hanya dipahami sebagai doktrin teologi, tetapi juga sebagai manhaj al-fikr (metode berpikir) dalam memahami ajaran Islam secara moderat, toleran, dan seimbang. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep Aswaja ala NU beserta prinsip-prinsip utama yang menjadi karakteristiknya, yaitu tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i’tidal. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis karya ulama klasik serta pemikiran ulama NU, terutama pemikiran Hasyim Asy'ari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip tersebut memiliki dasar kuat dalam Al-Qur’an dan hadis serta menjadi landasan penting dalam membangun kehidupan keagamaan yang moderat dan harmonis di tengah masyarakat. Kata kunci: Ahlussunnah Wal Jamaah, Nahdlatul Ulama, moderasi Islam, tawassuth Pendahuluan Ahlu...