Oleh Syamsul Maarif, SS., M.Pd Abstrak Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) merupakan paham keagamaan yang menjadi landasan teologis dan metodologis bagi warga Nahdlatul Ulama. Dalam tradisi NU, Aswaja tidak hanya dipahami sebagai doktrin teologi, tetapi juga sebagai manhaj al-fikr (metode berpikir) dalam memahami ajaran Islam secara moderat, toleran, dan seimbang. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep Aswaja ala NU beserta prinsip-prinsip utama yang menjadi karakteristiknya, yaitu tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i’tidal. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis karya ulama klasik serta pemikiran ulama NU, terutama pemikiran Hasyim Asy'ari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip tersebut memiliki dasar kuat dalam Al-Qur’an dan hadis serta menjadi landasan penting dalam membangun kehidupan keagamaan yang moderat dan harmonis di tengah masyarakat. Kata kunci: Ahlussunnah Wal Jamaah, Nahdlatul Ulama, moderasi Islam, tawassuth Pendahuluan Ahlu...
Di negeri yang bercita-cita menjadi kekuatan ekonomi besar dunia, ada satu persoalan klasik yang tak kunjung selesai: listrik yang padam berulang. Ironisnya, persoalan mendasar ini terjadi di bawah pengelolaan perusahaan negara raksasa, Perusahaan Listrik Negara (PLN), yang memegang mandat strategis atas hajat hidup orang banyak. Pemadaman listrik bukan lagi sekadar gangguan teknis insidental. Ketika mati lampu terjadi berulang dalam rentang waktu singkat, dengan pola yang hampir seragam, publik berhak menyebutnya sebagai kegagalan keandalan sistem. Dan dalam konteks infrastruktur vital, kegagalan berulang adalah persoalan tata kelola, bukan sekadar cuaca. Indonesia sedang mendorong transformasi digital, hilirisasi industri, dan penguatan UMKM. Pemerintah berbicara tentang pusat data, ekosistem startup, elektrifikasi kendaraan, hingga smart city. Semua itu bertumpu pada satu fondasi: pasokan listrik yang stabil. Tanpa listrik yang andal, seluruh narasi kemajuan berubah menjadi retorika...