Pendahuluan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) merupakan paham keagamaan Islam yang berpegang pada Al-Qur’an, hadis, ijma’, dan qiyas dengan mengikuti manhaj para ulama salaf dan khalaf. Dalam konteks Indonesia, Aswaja berkembang menjadi corak Islam moderat yang menekankan keseimbangan antara akidah, syariat, dan akhlak. Paham ini tidak hanya menjadi ajaran keagamaan, tetapi juga membentuk budaya, pendidikan, hingga kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Perjalanan Aswaja di Indonesia berlangsung panjang, mulai dari masa masuknya Islam ke Nusantara, era penjajahan, masa perjuangan kemerdekaan, hingga menghadapi tantangan modernisasi dan globalisasi pada era sekarang. Masuknya Islam dan Awal Berkembangnya Aswaja di Nusantara Islam masuk ke Nusantara diperkirakan sejak abad ke-7 hingga abad ke-13 melalui jalur perdagangan. Para pedagang dari Arab, Persia, dan Gujarat membawa ajaran Islam yang kemudian diterima masyarakat secara damai. Corak Islam yang berkembang saat itu sangat dekat dengan...
Orang-orang tua dulu sebenarnya sudah lama mengenali watak manusia yang ucapannya berubah-ubah. Karena itu lahirlah ungkapan: “pagi dele, sore tempe.” Sebuah sindiran sederhana untuk orang yang hari ini berkata lain, besok berubah lagi. Dalam bahasa Jawa, perilaku seperti itu disebut mencla-mencle. Hari ini mendukung, besok menyangkal. Di depan memuji, di belakang ikut mencibir. Ketika bersama kelompok tertentu ia tampak paling yakin, tetapi begitu suasana berubah, pendapatnya ikut berbalik arah. Seolah-olah pikirannya tidak pernah benar-benar memiliki pijakan. Anehnya, perilaku seperti ini sekarang semakin sering terlihat. Bukan hanya dalam pergaulan biasa, tetapi juga dalam dunia kerja, organisasi, bahkan kehidupan bermasyarakat. Banyak orang lebih sibuk mencari posisi aman daripada menjaga konsistensi sikap. Yang penting diterima semua pihak, meskipun harus mengorbankan kejujuran ucapannya sendiri. Padahal orang mencla-mencle bukanlah orang yang berpikir matang. Justru sering kali s...