Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2026

KUR dan Ilusi Keberpihakan

Kredit Usaha Rakyat, atau KUR, selalu hadir dalam pidato sebagai bukti keberpihakan negara kepada ekonomi bawah. Angkanya besar, grafiknya menanjak, laporan rapi. Setiap tahun pemerintah menyampaikan jutaan pelaku UMKM telah dibantu. Negara merasa sudah bekerja. Statistik tampak meyakinkan. Namun di pasar tradisional, bengkel kecil, atau di kios-kios sederhana, pengalaman hidup yang terdengar justru sunyi. Modal tetap mahal. Kredit tetap sulit diakses. Pertumbuhan tetap terasa jauh. Di sinilah jarak antara janji kebijakan dan realitas ekonomi menganga. KUR dirancang sebagai kredit bersubsidi, dengan bunga yang rendah agar pelaku mikro dan kecil tidak tercekik oleh biaya modal tinggi. Tetapi, dalam praktik di lapangan, banyak pelaku UMKM justru menghadapi hambatan serius ketika ingin mengakses KUR. Ombudsman RI bahkan mencatat banyak pedagang di Pasar Kosambi, Bandung, yang kesulitan mengakses KUR meskipun anggaran telah mencapai triliunan rupiah, karena minimnya informasi dan penolakan...