Di negeri yang bercita-cita menjadi kekuatan ekonomi besar dunia, ada satu persoalan klasik yang tak kunjung selesai: listrik yang padam berulang. Ironisnya, persoalan mendasar ini terjadi di bawah pengelolaan perusahaan negara raksasa, Perusahaan Listrik Negara (PLN), yang memegang mandat strategis atas hajat hidup orang banyak. Pemadaman listrik bukan lagi sekadar gangguan teknis insidental. Ketika mati lampu terjadi berulang dalam rentang waktu singkat, dengan pola yang hampir seragam, publik berhak menyebutnya sebagai kegagalan keandalan sistem. Dan dalam konteks infrastruktur vital, kegagalan berulang adalah persoalan tata kelola, bukan sekadar cuaca. Indonesia sedang mendorong transformasi digital, hilirisasi industri, dan penguatan UMKM. Pemerintah berbicara tentang pusat data, ekosistem startup, elektrifikasi kendaraan, hingga smart city. Semua itu bertumpu pada satu fondasi: pasokan listrik yang stabil. Tanpa listrik yang andal, seluruh narasi kemajuan berubah menjadi retorika...
"Anthology of Syams' Works" bring together essays, short stories, opinion pieces, and articles that reflect critical engagement with social, cultural, and human realities. Through a calm yet incisive voice, these works explore meaning beyond facts, inviting readers into a space of reflection, empathy, and interpretation rather than definitive answers.