Oleh: Syamsul Maarif Ekonomi Indonesia sedang memperlihatkan gejala yang menarik sekaligus mengkhawatirkan. Di satu sisi, berbagai indikator makroekonomi menunjukkan stabilitas. Pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, inflasi relatif terkendali, investasi terus didorong, dan pemerintah optimistis terhadap prospek ekonomi nasional. Namun di sisi lain, percakapan sehari-hari masyarakat justru dipenuhi keluhan tentang sulitnya mencari pekerjaan, menurunnya daya beli, meningkatnya biaya hidup, dan semakin beratnya memenuhi kebutuhan keluarga. Pertanyaannya sederhana: mengapa masyarakat merasa ekonomi sedang sulit ketika berbagai indikator resmi mengatakan sebaliknya? Jawabannya mungkin terletak pada sebuah fenomena yang dapat disebut sebagai anomali ekonomi: ketika kesehatan ekonomi nasional tidak lagi sepenuhnya tercermin dalam kesehatan ekonomi rumah tangga. Selama beberapa dekade, Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi ukuran utama keberhasilan pembangunan. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi, s...
"Anthology of Syams' Works" bring together essays, short stories, opinion pieces, and articles that reflect critical engagement with social, cultural, and human realities. Through a calm yet incisive voice, these works explore meaning beyond facts, inviting readers into a space of reflection, empathy, and interpretation rather than definitive answers.